featured
Kuliner
Marrakech
featured
Marrakech
Mendampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala BPN RI, Bapak Dr Sofyan Djalil
08:21Unknown![]() |
| Mendampingi Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala BPN RI, Bapak Dr Sofyan Djalil menuju Indonesia Pavilion Sebelum Opening Ceremony COP 22 di Bab Ighli, Marrakech. |
COP-22 Marrakesh, Bahas Upaya Konkret Turunkan Suhu Bumi, Bagaimana Kontribusi Indonesia?
Konferensi para pihak (Conference of the Parties) ke-22 di Marakesh, Maroko, rencana berlangsung sampai 18 November ini, sudah dibuka Senin (7/11/16), tengah malam waktu Indonesia. Sebelum itu, pada 4 November 2016, Perjanjian Paris mulai berlaku setelah diratifikasi 100 dari 197 negara pihak. Indonesia, menjadi salah satu negara yang meratifikasi, masuk daftar per 31 Oktober 2016.
Perjanjian Paris telah diadopsi, pada pertemuan para pihak (COP) 22, Paris, Prancis, Desember 2015. Kali ini, para pihak akan fokus membahas isu-isu bagaimana mengimplementasikan Perjanjian Paris. Semestinya, dalam pertemuan kali ini mereka mulai menghasilkan langkah-langkah konkret mencegah kenaikan suhu bumi.
Siti Nurbaya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, mengatakan, kerjasama antarnegara sangat penting dalam merealisasikan Perjanjian Paris.
Siti bilang, Perjanjian Paris memiliki visi meningkatkan kerjasama antara Indonesia dan bangsa lain di dunia secara timbal balik lebih efektif dan efisien.
“Baik aksi pencegahan, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan dukungan pendanaan, penggunaan inovasi teknologi, peningkatan kapasitas didukung mekanime transparansi serta tata kelola berkelanjutan,” katanya dalam rilis kepada media.
Pentingnya pembiayaan
Soal dukungan pembiayaan juga menjadi penekanan Sekretaris Eksekutif UNFCCC Patricia Espinosa. Dia mengatakan, keuangan, merupakan jantung keberhasilan pelaksanaan Perjanjian Paris.
“Di luar itu, keuangan di jantung mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” katanya dikutip dari website UNFCCC, dalam pembukaan acara khusus Komite Tetap Keuangan soal Penilaian Biennial dan Ikhtisar Iklim Arus Keuangan di COP-22, Selasa (7/11/16).
Tanpa arus keuangan sesuai keperluan, baik Perjanjian Paris maupun sustainable development goals (SDGs), katanya, sebagian besar akan tetap jadi janji daripada kenyataan.
Dia senang, penilaian dalam dua tahun ini memperlihatkan perkembangan ke arah baik, pertama, ada upaya negara-negara maju bergerak setuju penyediaan dana US$100 miliar per tahun pada 2020.
Penilaian kedua mencatat, secara keseluruhan, keuangan iklim global pada 2014 menunjukkan peningkatan, dibandingkan penilaian sebelumnya.
Ketiga, penilaian merupakan upaya memberikan transparansi lebih besar mengenai pembiayaan iklim publik dan swasta.
Penilaian, katanya, juga jelas memperlihatkan, bagaimana arus pembiayaan iklim kecil konsisten dengan tren lebih luas dalam investasi global.
“Dalam hal ini, penilaian memberikan dasar sangat baik untuk pekerjaan yang harus dilakukan di sini, di Marrakesh dan di tahun-tahun mendatang,” katanya.
Espinosa mengatakan, pekerjaan mereka juga diinformasikan dalam penilaian ini, hingga memberikan gambaran di mana mereka perlu melipatgandakan usaha bersama guna memastikan kemajuan nyata.
Upaya Indonesia
Penyumbang emisi terbesar Indonesia, dari sektor kehutanan dan lingkungan. Untuk itu, ucap Siti, Indonesia berusaha meningkatkan tata kelola hutan, mencegah kebakaran hutan, memberantas penebangan liar (illegal logging), pengembangan energi terbarukan, sampai pengelolaan sampah.
“Kami terus bekerja bersama dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah serta melaporkan terus menerus progres penurunan emisi kepada Presiden dan Wakil Presiden,” katanya, kala pembukaan paviliun Indonesia di pertemuan COP itu.
Senada dikatakan Sofyan Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepla BPN. Menurut dia, Indonesia telah berupaya menekan emisi sektor kehutanan, seperti dengan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Instruksi Presiden Joko Widodo, katanya, sangat jelas akan menekan dan membuka seluruh kasus karhutla.
Kontribusi penurunan emisi
Kesempatan sama, Nur Masripatin, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, mengatakan, tahun lalu Indonesia sudah menyampaikan Intended Nationally Determinated Contributions (INDCs) dengan target penurunan emisi karbon 29%, atau 41% dengan bantuan luar pada 2030.
Nationally Determinated Contributions (NDC) sudah disusun dan dibawa ke COP Maroko ini dengan susunan penyumbang terbesar tetap sektor hutan dan lahan sebesar 17,32%-23, disusul energi 11-14%, limbah (waste) 0,38%-1% dan proses industri serta penggunaan produk (industrial process and product use ) 0,10%-0,11%.
Soal besaran kontribusi sektor dalam NDC ini–sejak awal, kala bahasan INDC–, dari 29% penurunan emisi sampai 2030, yang akan menjadi sektor tertinggi itu energi termasuk transportasi. Pembahasan cukup panjang, berbulan-bulan, berakhir, sektor lahan tetap penyumbang tertinggi.
Sebelum ini, Siti mengatakan, penetapan angka NDC itu melalui pembahasan alot. “Itu hasil nego yang berat, tadinya kan energi yang tinggi. Setelah dilihat kondisi batubara, pembangunan infrastruktur kita, ya udah, tanahnya aja yang paling diketatin,” katanya, pekan lalu di Jakarta.
Dari sektor lahan, katanya, berbagai langkah dan kebijakan pengurangan emisi sudah berjalan, seperti mengurangi kebakaran hutan, restorasi gambut, moratorium gambut dan hutan alam serta sedang disusun moratorium sawit.
Menurut dia, kondisi lingkungan sudah kritis. Andai penanggalan dalam bulan (1-30 hari), lingkungan berada pada hari ke-29.
“Kondisi lingkungan nih, kalau satu bulan itu 30 hari, kita di hari ke-29. Karena itu usaha dari sektor kehutanan harus paling luar biasa,” katanya. Penyebabnya, ucap Siti, sudah puluhan tahun terjadi dan tak tertangani.
Meskipun begitu, kata Nur, besaran kontribusi penurunan emisi dalam NDC bisa berubah terutama sektor energi. Dia menilai, dengan menteri dan wakil menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang baru, masih terbuka diskusi buat peningkatan energi terbarukan.
“Itu kita bisa review lagi, bisa gak kita meningkatkan ambisi sektor energi untuk mengurangi beban sektor lahan. Kemudian, kalau kita melihat ada potensi lain juga, seperti sektor aviasi.”
Dengan begitu, katanya, sebenarnya masih optimis bisa merevisi sektor energi.
Dia bilang, awal-awal menempatkan energi berkontribusi besar karena tren seperti itu. “Tapi setelah kita bicarakan, ini kok kayaknya berat sekali. Sekarang yang bisa kita dorong lebih jauh itu pengembangan energi terbarukan dan kebijakan di sektor transportasi,” katanya.
Menurut Nur, dalam negoisasi di COP nanti, akan membahas aturan main dalam NDC. “Di situ bicara, bagaimana feature NDC, kemudian memberikan pemahaman sama di internasional agar transparan. Apa saja yang dimasukkan dan masing-masing berapa serta asumsi yang dipakai apa saja,” katanya. Dari sana, akan mencerminkan apa yang harus dilakukan pada tiap sektor.
Tak jauh beda dikatakan Emma Rachmawati, Direktur Mitigasi, Direktorat Jenderal Perubahan Iklim, KLHK. Menurut dia, di COP22 ini akan melanjutkan negosiasi di Paris.
“Waktu itu (Paris) negosiasi kita bisa adopsi agreement. Setelah kita adopsi, tentu kita bicara bagaimana bisa implementasi,” katanya, pekan lalu.
COP-22 ini, katanya, akan fokus membahas upaya implementasi Perjanjian Paris. Pada pertemuan ini juga akan menagih komitmen pendanaan negara-negara maju. Dalam COP-22 ini, katanya, komitmen sudah harus jelas. “Kalau dulu kan baru disampaikan komitmen berapa, nanti di sana benar-benar nagih mana konkretnya.”
Dalam pertemuan itu, juga akan membahas dukungan negara-negara maju selain pendanaan seperti transfer tehnologi, maupun peningkatan kemampuan. “Karena negara berkembang punya hak untuk dapat bantuan negara maju,” katanya.
Kini, posisi negara maju dan berkembang sama, sama-sama harus menurunkan emisi. “Bedanya tergantung NDC. Jadi kalau negara berkembang merasa kemampuan rendah, target NDC sesuai kemampuan aja. Bahkan negara kecil target lebih ke adaptasi,” ucap Emma.
Indonesia, katanya, negara berkembang yang lebih maju dengan komitmen tinggi, 26% sampai 2020 dan 29% pada 2030, seharusnya, secara nasional punya target lebih ambisius.
Konsisten
Kontribusi penurunan emisi dari 29% sudah terbagi-bagi per sektor. Dengan begitu, katanya, tinggal mengatur mekanisme, dari perencanaan, pelaksanaan sampai pelaporan seperti apa.
“Yang paling berat adalah bagaimana kita bisa konsisten melakukan itu. Karena kan kita (biasanya) bagus di aksi tapi gak bagus di-maintenance,” katanya.
Dia mencontohkan, bangun biogas, hanya bertahan satu sampai dua tahun, tak ada pengaturan agar operasi berlanjut.
“Yang pasti itu harus terukur, tak bisa di atas kertas doang. Fakta di lapangan gimana? Apa betul biogas itu masih beroperasi?”
Dalam pengukuran pencapaian penurunan emisi nanti, akan datang tim verifikasi internasional langsung melihat pekerjaan-pekerjaan di lapangan.
Dia sadar, aksi-aksi penurunan emisi ini perlu kerja berat, dan menjadi pekerjaan besar bersama.
“Saya sih melihat ini kesempatan untuk kita. Kita dituntut bersungguh-sungguh mengelola itu. Kalau kita kelola limbah dengan baik, (misal), pe-er kita untuk reduksi emisi jadi lebih rendah,” ujar dia.
Sumber: mongabay.co.id
Usai konser di acara COP 22 di Pavilion Indonesia, Marrakech yang digelar mulai dari tanggal 7- 18 November 2016. Kami bersama crew Nugie menikmati makan siang di salah satu restaurant yang terdapat di area COP 22 Marrakech. Malamnya kamai menuju pasar Jemaa El Fnaa.
Jika Anda berkesempatan berkunjung ke Marrakech, jangan lupa mengunjungi pasar Jemaa El-Fna. Di sini Anda bisa membeli hampir semua hal, mulai rempah-rempah, sandal, sepatu kulit khas Maroko, hingga baju kaftan dan jallaba (pakaian khas Maroko dengan kain sambungan penutup kepala).
Kota yang dikenal dengan julukan Mutiara dari Selatan ini adalah kawasan di barat daya Maroko di kaki Pegunungan Atlas. Marrakesh dulu merupakan pusat perdagangan Maroko, yang menjadi pusat perhentian karavan-karavan pedagang dari penjuru Afrika. Pasar Jemaa El-Fna adalah tempat wajib yang mesti Anda kunjungi apabila ke sana.
Pasar ini sangat besar dan memiliki banyak gang kecil, menjadikannya seperti labirin dengan jejeran karpet, selendang, dan pakaian khas Maroko. Di pasar ini, wisatawan sering mencari selimut pernikahan khas Maroko. Selimut ini berwarna putih dengan rumbai-rumbai dan manik-manik, yang dipercaya dapat menolak setan. Selimut ini kerap menjadi incaran desainer kelas tinggi. Memasuki waktu malam, kawasan Old City di Marrakesh menyulap diri.
Kios-kios dibuka, kursi dan bangku panjang berderet di jalanan. Wangi daging menyeruak di udara. Inilah pasar malam yang paling menghipnotis di Maroko. Saat matahari pulang dan berganti malam, kawasan Old City berbenah. Warga lokal membuka kios makanan dan minuman. Para peramal, seniman jalanan, dan tukang tato buka lapak. Sayup-sayup, wangi rempah dan domba bakar menyeruak di udara.
Pasar malam inilah salah satu alasan wisatawan ingin berkunjung ke Kota Marrakesh, Maroko. Jemaa El-Fna seperti punya sihir, menghipnotis wisatawan sampai lupa diri. Semakin malam, suara tabuhan alat musik gnawa semakin terdengar. Warga dan wisatawan semakin lapar.
Bau makanan menyeruak ke udara. Ada siput dengan bumbu pedas, domba yang dipanggang bersama rempah, juga ayam panggang yang disajikan dengan semangkuk sup hangat. Sosis pedas dan ikan bakar rempah disajikan dalam semangkuk buncis panggang. Semuanya segar. Anda akan mendapatkan makanan ini hangat seutuhnya.
Jika Anda ke sini, tak perlu khawatir jika tidak fasih berbahasa Arab. Tiap kios punya daftar menu. Anda tinggal menunjuknya, duduk di bangku terdekat, kemudian menunggu dipanggil oleh penjualnya. Harga tiap makanan pun tergolong murah. Tak heran, Jemaa El-Fna menjadi salah satu pasar malam terfavorit di dunia. Dalam semalam, Jemaa El-Fna mampu menyihir wisatawan.
Betapa tidak, para peramal dan pendongeng berderet di pinggir jalan. Seniman menyanyi dan main alat musik, sementara penari meliuk di tengah kerumunan. Para pendongeng pun siap menceritakan tentang pahlawan-pahlawan Islam. Ketika larut malam, seniman jalanan yang akan menghibur wisatawan adalah para penari waria.
Mereka mengenakan pakaian wanita khas Maroko dan meliuk dengan lincahnya. Cadar menutupi muka mereka, tapi dijamin, Anda akan kelimpungan mencari perbedaan para waria ini dengan wanita asli.
Perjalanan zuwaina tour kali Ini bersama Dian Pelangi Group, start dari Casablanca menuju Marrakech. Sampai di Marrakech langsung check in hotel di Riad Palais Sebban dengan disambut senyum manis dan sapaan hangat dari receptions.
Riad Palais Sebban merupakan salah satu Riad paling mewah di Marrakech, memiliki pelayanan dan fasilitas yang sangat memuaskan. Untuk menuju lokasi harus jalan kaki menyusuri gang-gang kecil berliku melewati rumah penduduk Marrakech yang didominasi warna merah.
Dari depan pintu masuk sekilas terlihat kecil, karena hanya Ada satu pintu yang dijaga oleh security Riad. Namun ketika masuk didalamnya sangat menakjubkan, terdapat ruang loby yang luas dipenuhi ornament khas Maroko. Ditengah halaman terdapat kalam tenang mungil diitari kursi dan meja tempat breakfast dan istirahat. Ornament dan penataan dekorasi yang sangat apik menambah indah tempat tersebut. Semuanya di desain dengan gaya khas rumah Maroko atau yang dikenal dengan Riad. Dijamain Anda akan merasakan kepuasan dan kenyamaanan tersendiri jika memasuki Riad ini.
Lokasinya yang strategis menjadikan Riad Ini tak pernah sepi. Dari Souq Jemaa El Fnaa, pusat jantung Kota Marrakech dan pasar trsdisional terbesar di Maroko hanya berjarak 5 menit. Dian Pelangi bersama temannya Mega Iskanti memesan satu kamar untuk berdua sementara Dion Muharrom, kakak kandung Dian Pelangi lebih memilih menginap di Riad Goloboy yang berjarak sekitar 500 meter dari Riad Palais Sebban.
Selesai check in, Kami mengantar Dion Miharrom menuju Riad Goloboy. Lokasinya tidak jauh berbeda dengan Riad Palais Sebban, harus jalan untuk menuju lokasi. Tempatnya lebih tenang karena sedikit jauh dari keramaian. Jika dibandingkan, Riad Palais Sebban lebih menarik, namun Riad Goloboy juga memiliki keunikan tersendiri yaitu paduan warna cat biru dan putih dengan desain rumah yang lebih modern.
Selsai check in, dilanjutkan menuju B. For Restaurant Marrakech. Salah satu restaurant Asia kegemaran traveler Indonesia yang berkunjung di Marrakech. Selain tempatnya yang strategis, menunya juga sangat cocok bagi orang Indonesia. Anda bisa memesan menu masakan Indonesia seperti Nasi goreng, shup Dan sate serta menu masakan Asia lainnya. Disamping Itu Anda bisa berkenalan dengan chef restorannya yang semuanya berasal Dari Indonesia.
Untuk harga jangan khawatir, semuanya bisa dijangkau Dan aman bagi kantong.
Penasaran dengan perjalanan Dian Pelangi di Marrakech?? Yuk ikuti Next trip, Jardin Majorelle...:)
Galerry Tamu
Marrakech
Tempat Wisata
Jemaa El Fnaa ; Bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI
09:06Unknown
zuwainatour.com kali ini bersama salah satu rombongan Pemprov DKI yang sedang mengikuti kegiatan sister city Jakarta-Casablanca. Beliau adalah Bpk Catur Laswanto, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Disela-sela padatnya kegiatan meluangkan waktunya mengunjungi salah tempat paling terkenal di Maroko yang membuat orang penasaran yaitu Jemaa El Fnaa.
Djemaa El-Fna, sebuah area dimana jantung kota Marrakech berdetak, kota berwarna merah yang merupakan salah satu kota bersejarah yang berjarak 400 km dari ibu kota Rabat atau kurang 4 jam perjalanan darat. Tempat ini merupakan salah satu destinasi yang menjadi incaran para wisatawan asing, khususnya dari Eropa. Hal itu terbukti dengan bertambahnya wisatawan asing yang terus berbondong-bondong mendatangi tempat ini setiap tahun.
Masjid Koutoubia
Sebelum memasuki area ini, tampak dari samping jalan raya sebuah menara dengan ketinggian 77 meter. Menara Masjid Koutoubia ini dibangun pada tahun 1190 dan menjadi ikon kota Marrakech. Di sisi lain menara ini juga menjadi kebanggaan warga setempat yang memiliki julukan menara Eiffel-nya kota Marrakech.
Menara yang megah dan menguasai langit-langit Old Madina ini adalah perpaduan dari bata, semen dan batu. Masjid ini juga dikelilingi oleh taman yang luas dan indah. Menjelang maghrib tempat ini selalu dipadati oleh wisatawan dan warga setempat sambil menanti adzan maghrib dikumandangkan. Sebuah pemandangan fantastis yang menjadikan hati Anda berdecak kagum terlihat tatkala matahari tenggelam dan senja mulai tergantikan oleh malam.
Uniknya lagi ternyata penamaan Masjid Koutoubia ini bermula dari saat dibangunnya masjid tersebut. Bahwa lokasi masjid ini sebelumnya menjadi tempat para penjual buku-buku yang dalam bahasa arabnya adalah "Koutoub" (ejaan Perancis) yang menawarkan buku-buku baru dan bekas.
Maka setelah berdiri megah lengkap dengan taman dan tempat parkirnya yang luas, masjid kebanggaan warga Marrakech ini diberi nama Masjid Koutoubia. Di malam hari, menara Masjid Koutoubia ini menjadi pemandangan yang sangat menarik karena warna warni lampunya yang spektakuler.
Aroma Pasar Malam
Menjelang malam adalah saat yang tepat memasuki kawasan yang luas dipenuhi dengan berbagai macam hiburan dan para penjual makanan khas Maroko. Menginjakkan kaki menuju tempat ini maka pertama kali yang tercium adalah aroma masakannya yang khas.
Wangi rempah-rempah, aroma daging bakar, ikan bakar dan aneka masakan lainnya terasa sangat menyengat dan sulit untuk dihindari. Setiap lapaknya juga menyediakan jenis masakan yang berbeda. Mulai dari makanan pembuka seperti salad, siput dengan bumbu pedas. Selanjutnya makanan utama seperti domba panggang bumbu rempah, hingga sandwich dengan porsi besar. Tak ketinggalan masakan lainnya seperti tagine, kharirah, cous-cous, dajaj kamil dan rubu' dajaj.
Tidak melulu makanan, Anda juga dengan mudah akan menemukan berbagai macam minuman segar seperti orange dan banan yang bisa langsung dibuat jus dengan rasa yang sangat menyegarkan. Anda juga bisa mendatangi kios penjual kurma dengan berbagai macam pilihan yang mungkin bisa dijadikan teman Anda saat mengitari area ini.
Pesona Malam
Saat malam menjelang, suasana berubah menjadi kemeriahan dan keriuhan yang luar biasa. Dengan keindahan sinar lampu yang terpancar dari tempat ini serta berbagai atraksi yang ditampilkan oleh para musisi lokal siap menemani perjalanan Anda.
Para musisi jalanan juga tak mau ketinggalan, dengan berpakaian khas Maroko mereka bernyanyi sambil bergumam nada-nada musik khas Maroko. Selain itu, ada penari tradisional yang beraksi untuk menghibur para pengunjung, atraksi ular, akrobat, seniman Henna Maroko hampir pasti akan mendekati siapa saja, terutama orang asing yang berkunjung ke Djemaa El-Fna, sampai doger monyet yang penuh dikelilingi pengunjung.
Hal inilah yang menjadikan Djemaa El-Fna memilki pancaran magis yang sangat kuat. Tidak hanya penampilan musik dan atraksi, para pendongeng juga ikut meramaikan indahnya malam di Djemaa El-Fna dengan mempraktikkan cerita tentang pahlawan-pahlawan Islam.
Di dalam aksinya biasanya para pendongeng membuka lapak yang sedikit besar. Percayalah, Anda tidak akan merasakan jarum jam yang berputar mengarah pada tengah malam. Tidak ada malam tanpa keriuhan, kegembiraan dan hiburan yang ditunjukkan oleh hampir semua orang yang ada di sana. Malam sepertinya tidak akan berakhir ketika Anda berada di Djemaa El-Fna.
Pasar Tradisional
Masih dalam kawasan Djemaaa El-Fna, meskipun tidak jauh berbeda dengan kebanyakan pasar tradisional di kota-kota Maroko yang lain, ada baiknya untuk tidak melewatkan kunjungan ke pasar tradisional Marrakech.
Di sana pengunjung bisa membeli hampir semua hal, dari rempah-rempah, sandal dan sepatu kulit Maroko, kain dan jellaba (pakaian khas Maroko dengan kain sambungan kepala) dan lain-lain.
Namun wisatawan asing harus siap membayar dengan harga lebih tinggi daripada harga aslinya meskipun tetap ada kesempatan untuk menawar. Bagi para pengunjung yang tak bisa berbahasa Arab tak usah khawatir, karena di sana banyak juga para penjual yang pandai berbahasa Inggris.
Anda juga bisa meminta bantuan kepada para pelajar Indonesia yang berada di area tersebut untuk menemani perjalanan Anda. Berada di kawasan ini Anda harus tetap berhati-hati meskipun Marrakech memiliki tingkat kriminalitas yang rendah. Pastikan barang-barang berharga anda disimpan di tempat yang aman dan nikmatilah pesona pasar malam Djemaa El-Fna yang tak pernah lekang dari keriuhan dan keramaian.
Anda bisa melihat foto2 perjalanan kami disini : Jemaa El Fnaa
Jika Anda telah menjelajahi
Madinah Marrakech dan menikmati keindahan suasana malam souk Jemaa El Fnaa yang
dipenuhi oleh para penjual, pemain music, pendongeng dan asap rempah-rempah
kini saatnya menjelajahi kejaiban lain yang tempatnya tidak jauh dari kota
Marrakech.
Dibukit pegunungan atlas yanag
tertutup salju terdapat sebuah tempat yang indah yaitu "Ourika Valley"
(lembah ourika). Dikawasan ini terdapat sungai yang airnya sangat bersih dan
menyejukkan, sepenjang sungai yang dangkal ini dijadikan oleh warga setempat
sebagai tempat istirahat dan menikmati makanan khas Maroko. Semua restorant
dikawasan ini tempatnya berada disamping sungai, bahkan ada juga yang mendesain
tempat makannya seperti kursi dan meja makan ditaruh diatas sungai.
Pepohannya yang hijau dan rindang
menambah suasana semakin sejuk dan romantic, kami rekomendasikan sebaiknya Anda
ketempat ini jangan sendirian hehe. Minimal kalau tidak bawa pacar bawa teman
biar bisa diajak ngobrol. Lebih cocoknya bagi yang sudah punya
pasangan/berkeluarga. Hampir semua
restorant menjajakan menu makanan yang sama, yaitu Tagine, Couscous dan kifdah.
Disinalah anda bisa menikmati makanan khas Maroko dengan pemandangan yang
sangat menakjubkan. Menarik bukan !!
Jika bertepatan dengan musim dingin
anda akan melihat pemandangan pegunungan atlas yang diselimuti oleh salju. Pegununan
ini menghubungkan antara Maroko, Aljazair dan Tunisia. Jangan heran jika
dinegara bagian ujung Afrika Utara ini ternyata memilki tanah yang subur dan
pepohonan yang rindang. Anda bisa melihat sendiri jika berkunjung ke tempat ini. Jika anda tertarik dengan karpet khas Maroko, anda bisa menemukan para penjual karpet di pinggir-pinggir jalan dengan kualitas yang bagus dan tentunya harga yang terjangkau. Ada juga yang menjual kosmetik yang terbuat dari argan oil dan zaitun.
Perjalanan zuwainatour.com kali ini bersama
Mas Oyi Kresnamukti beserta istrinya Mb Utami Pangestuti dengan menggunakan mobil vun mercedes. Anda bisa mengintip
foto perjalanan mereka menyusuri bukit pegunungan atlas. Klick aja link FB dibawah ini:
Nama lengkapnya Iyyadl bin Musa bin Iyyadl bin ‘Amr عمرو[8] Bin Musa Bin Iyyadl Bin Muhammad bin Abdillah bin Musa bin iyyadl As-Sibti Al-Yahshubi.[9] Nasab Al-Yahshubi merujuk ke Yahsub bin Malik salah satu kabilah Humair, kabilah di Yaman Al-Kohtoniyah. Nenek moyangnya hijrah ke kota Basthoh, salah satu daerah di Gornatoh (Granada). Kemudian hijrah ke Fes. Lalu buyutnya, Amr hijrah ke Sebta tahun 373 H / 893 M. Keluarganya kemudian terkenal di sana dengan keluarga ahli takwa (ulama). Nah, di sinilah Al-Qadli Iyyadl lahir 15 Sya’ban 476 H / 28 Desember 1083 M). Ia tumbuh dan belajar ke ulama Sebta. Kemudian mondok/mesantren ke Andalusia tahun 503. Menjadi Qadli umur 35 Tahun, umur 28 sudah bermunadzoroh (mengisi acara-acara ilmiyah).
Wafat malam jumat, tengah malam Jumadal Akhir, dikebumikan di Marakech 544 H.
Ia lama menjadi Qadli di Sebta, kemudian dimutasi menjadi Qadli di Granada (532 H) tapi jabatannya tidak berumur panjang di sana. Dikebumikan di Bab Ilan di belakang pagar kota Marakech.
Beliau adalah ulama yang multi talenta, bukan hanya sekedar ulama yang jago pidato dan piawai berceramah tapi ia juga seorang pujangga dan penulis yang al-fakih, al-muhaddis, al-mufassir, al- muarrikh, al-ushuli, al-lughowi. Bagi anda yang ingin mengetahui biografi Rasulullah SAW bisa membaca kitabnya yang berjudul Asy-syifa bi Ta’rif Huquq al-Mustofa, hanya satu jilid. Untuk mengenal siapa guru-gurunya bisa membaca kitabnya Al-Ghunyah. Sebagaimana disebutkan oleh putranya Al-Qadli Iyyadl bahwa ayahnya mempunyai guru 100 orang dari berbagai disiplin ilmu. Diantaranya; Al-Qadli Abul Walid, Ibnul Arabi Al-Mu’afiri, Abu Ali Al-Ghozzani, Abul Abbas Al-‘Adzri.
Yang ingin tahu ulama-ulama pelopor madzhab Maliki bisa membaca kitabnya Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik fi Ma’rifati A’lam Madzhab al-Imam Malik empat juz, yang kelima indeks dan daftar isi. Ia juga mensyarahi (menjelaskan) kitab Sahih Muslim, nama kitabnya Al-Ikmal Fi Syarhi Sahih Muslim, tapi sayangnya belum dicetak, masih dalam bentuk manuskrip. Kitab tersebut menyempurnakan kitab Al-Muallim fi syarhi muslim karya Imam Al-Maziri.[6] Yang ingin membaca sejarah ia memiliki Jami’u At-Tarikh, berisi sejarah penguasa-penguasa Andalusia dan Maroko, termasuk sejarah Sebta dan ulamanya. Yang ingin baca ilmu hadis bisa membaca Masyariqul Anwar fi Iqtifai Sahih al-Atsar, kitab ini tentang penjelasan ghoribul hadis (hadis-hadis yang rumit pemahamannya), kitab ini konsentrasi di tiga kitab sahih; Al-Muwatho’, Al-Bukhori dan Muslim. Yang ingin membaca hikmah-hikmah dan cerita-cerita yang mencengangkan bisa membaca At-Tanbihat.
Yang masih penasaran atau ingin kenal lebih dekat lagi dengan Al-Qadli Iyyadl bisa membaca biografinya di buku Azhar Ar-Riyadl fi Akhbari Al-Qadli ‘Iyyadl 5 jilid besar karya Al-Maqqori selesai ditulisnya tahun 1038 H. atau yang ditulis oleh anaknya Abu Abdillah Muhammad berjudul At-Ta’rif Bi Al-Qadli ‘Iyyadl.
Oleh: Alvian Iqbal Zahasfan
Foto selengkapnya bisa dilihat di Facebook kami:Makam Syaikh Al-Qadli Iyyadl
Jika Anda membutuhkan guide Indonesia atau ingin menikmati liburan di Maroko dengan biaya murah Anda bisa menghubungi kontak layanan kami:
WA +212699866557. (Kusnadi El Ghezwa) Email: zuwainatour@gmail.com |
![]() |
| BERSAMA BANI BADRI DARI JAWA TIMUR |
Abu Al-Abbas As-Sibti (Ahmad bin Ja’far Al-Khozroji)
Lahir di Sebta (524 H/1192 M) wali terbesar kota Marakech. Ayahnya wafat. Uminya mengirimnya ke penjahit supaya belajar agar bisa mendapat uang dengan ketrampilan tersebut. Tapi ia kabur ke pondoknya Syekh Abi Abdillah Muhammad Al-Fakhor. Kemudian ia dijemput oleh ibunya di pesantren tersebut. Sang Syekh usul ke ibunya Abu Al-Abbas bahwa ia akan tetap mendidik anaknya sekaligus memberi uang ke Ibunya sebagai ganti ia mencari nafkah dari menjahit. Deal.
Pada tahun 539 H / 1144 M tahun ketika Al-Muwahidun merebut kekuasaan Al-Murobithun sebab kematian Yusuf bin Tasyfin, Abu Al-Abbas pergi ke Marakech guna mencari guru dengan niatan menuntut ilmu, umurnya baru 16 tahun. Sayangnya Marakech waktu itu tengah dikepung oleh musuh (Muharam-Syawal 541 H /1146 M), oleh karenanya ia naik gunung Jiliz (Gueliz) dengan pembantunya untuk bersembunyi dan bertapa di sana selama 40 tahun. Pada zaman Al-Ya’qub ia turun gunung, mengakhiri pertapaannya, kemudian dibangunkan rumah dan pesantren untuk mengayomi umat. Wafat di Marakech, 3 Jumadal Akhir 601 H / 1204 M.
![]() |
Foto selengkapnya bisa dilihat di Facebook kami:MAKAM SYAIKH ABU AL-ABBAS AS-SIBTI
Jika Anda membutuhkan guide Indonesia atau ingin menikmati liburan di Maroko dengan biaya murah Anda bisa menghubungi kontak layanan kami:
WA +212699866557. (Kusnadi El Ghezwa) Email: zuwainatour@gmail.com |
![]() |
| Proses pembuatan hena di Souk Djema El Fna-Marrakech |
Takut dengan jarum suntik tapi
ingin memiliki tato? Coba saja melancong ke Souk Djema El Fna di Marrrakech. Atau
bisa juga anda temukan ditempat-tempat wisata Maroko. Namun jika anda tidak
berimant memilki tato henna maka saya sarankan, jika ada orang yang menawarkan
hena gratis jangn diterima. Karena biasanya setelah setelah selesai akan
dimintai uang. Jadi jangan ragu-ragu untuk menolaknya.
Hena atau pacar Arab bisa
membekas di kulit manusia selama beberapa waktu namun akan hilang setelah dua
mingguan. Di Maroko dan beberapa negara Timur lainnya, wanita menggunakan hena
di kaki dan tangan saat ingin menikah. Nah, para wisatawan juga bisa lho
mendapat guratan tato dari hena meski belum ingin menikah. Jelajahi saja Souk
atau tempat wisata di Maroko dan carilah stand favorit Anda dan pilihlah desain
hena kesukaan.
![]() |
| Penaburan aksesoris hena |
Proses melukis Henna sendiri
cukup cepat, sama seperti melukis kue ulang tahun, isian tinta henna persis kayak coklat yang
dimasukkan ke dalam plastik yang berbentuk kerucut dan pelan pelan di pencet
hingga ujungnya mengeluarkan tinta sesuai warna yang di minta dan mulailah
tangan kita di lukis, hanya saja isian tinta hena tersebut dimasukan kedalam
bungkus jarum suntik. Sehingga lebih mudah ketika melukis diatas kulit, dalam
prosesnya tangan di letakkan di atas papan yang rata atau meja dan ada juga
yang cukup dipegang oleh pelukis hena bagi yang sudah profesional.
![]() |
| Hasilnya :) |
Pelan pelan tangan kita akan di
lukis, jangan sampai lukisannya belepotan ya, makanya setelah di Henna biarkan
hingga kering, jangan menyeka atau tersentuh karena bekas tinta henna yang
di lukis yang awalnya tebal menjadi kering dan bisa lepas sendiri. Hasil warna
setelah di lepas saat kering itulah lukisan yang terbentuk. Untuk harga mulai
kisaran 20-40 dirham, yang jelas masih bisa nego. :)






















